17 Februari 2015

Rumah Gamer Ini Dikepung Tim SWAT Saat Bermain Clash of Clans!

Nasib sial menimpa seorang gamer bernama Peters di saat seru-serunya bermain game Clash of Clans dan memberikan live report kepada puluhan ribu pengikutnya di Twitch. Dilaporkan ada sekitar puluhan orang polisi dan SWAT dengan persenjataan lengkap menyatroni rumahnya.

Pada awalnya dia tidak menyadari kedatangan kepolisian karena sedang menggunakan headset kedap suara. Dia baru menyadari kedatangan tersebut setelah teriakan ibunya terdengar melalui mikrofon yang terdapat pada headset yang dia pakai. Dengan penuh rasa ketakutan Peters pun langsung meninggalkan siaran langsungnya di Twitch dan baru kembali lagi 15 menit kemudian. Dengan wajah yang pucat, peters pun menjelaskan kepada para pengikutnya jika ia baru saja menjadi korban kejahilan 'swatting'.

"Aku lihat kamu memposting alamatku. Aku melihat polisi menodongkan senjata ke adikku, gara-gara kamu. Mereka bisa saja tertembak dan mati. Semua karena kamu memilih untuk swatting siaranku. Aku tak perduli apa salahku padamu, namun jangan libatkan keluargaku di sini. Mereka tak tahu apa-apa." Ujar peters.

Swatting sendiri merupakan sebuah istilah yang dapat diartikan sebuah kejahilan yang dilakukan dengan cara membuat laporan tindak kejahatan palsu ke polisi. 

Dilansir dari detik (9/2/2015), pada kasus yang dialami oleh Peters, seorang anonim menelpon kepolisian St Cloud yang terletak di Minnesota dan melaporkan bahwa telah terjadi penembakan di rumahnya. Sang penelpon anonim tersebut mengaku kepada pihak kepolisian jika alamat milik Peters merupakan alamatnya. Pada akhirnya polisi pun datang untuk melakukan penyergapan di alamat yang telah dilaporkan.

Tindakan swatting sendiri biasanya dilakukan hanya untuk menakuti si korban. Namun pada prakteknnya, aksi tersebut dapat mengancam jiwa seseorang. Hal itu dikarenakan semakin heboh ancaman yang dilaporkan, maka pihak kepolisian pun akan semakin agresif dalam mengambil tindakan.